Inilah Modus Penipuan Pengemis Paling Kreatif

Inilah Modus Penipuan Pengemis Paling Kreatif

Inilah Modus Penipuan Pengemis Paling Kreatif. Hampir seluruh kota di Indonesia memiliki pengemis. Ada yang mengemis karena benar-benar tidak mampu mencari nafkah selain mengemis. Namun, tidak sedikit pula yang diorganisir sindikat. Tak jarang ditemukan pengemis yang memiliki kehidupan layak. Ada pengemis yang ditemukan memiliki sejumlah sertifikat tanah dan uang puluhan juta. Bahkan, ada pengemis yang memiliki rumah dan mobil mewah. Berikut modus penipuan pengemis paling kreatif di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber. Modus ini didasarkan pada fakta saat petugas Satpol PP atau Dinas Sosial melakukan penertiban pengemis.

Pengemis pura-pura tangan buntung

Sebagian pengemis berpura-pura tangannya buntung agar setiap pengguna jalan iba melihatnya. Si pengemis melipat dan mengikat tangannya ke belekang, lalu menggunakan baju lengannya agak longgar, sehingga terlihat seperti orang buntung.

Pengemis pura-pura kaki buntung

Sama seperti modus pura-pura tangan buntung. Sebagian pengemis juga melakukan modus pura-pura kaki buntung. Kakinya dilipat ke belakang, lalu mengenakan celana agak longgar. Mereka duduk di jalan mengharapkan belas kasih dari para dermawan

Pengemis pura-pura buta

Sebagian pengemis nekat pura-pura buta. Biasanya mereka memakai tongkat atau dituntun seseorang untuk meminta belas kasih. Namun modus ini kerap terbongkar oleh petugas saat melakukan penertiban.

Pengemis pura-pura pincang

Modus pengemis yang paling banyak ditemui adalah pura-pura pincang. Si pengemis pura-pura menggunakan tongkat, lalu berjalan pincang menemui para dermawan untuk meminta belas kasih.

Pengemis pura-pura hamil

Tak jarang ditemukan pengemis wanita yang tampak hamil di lampu merah. Mereka tampak keletihan saat bergerak. Padahal, itu hanya modus. Di balik perutnya yang buncit, si pengemis menyelipkan bantal dan hanya pura-pura hamil.

Bikin luka bohogan di tubuh, kemudian diolesi terasi.

Pengemis membuat luka bohongan di bagian tubunya agar pengguna jalan merasa iba melihatnya. Luka bohongan itu diolesi terasi untuk mengundang lalat, sehingga terkesan bahwa luka tersebut sudah busuk dan butuh biaya pengobatan.

Sekeluarga tidur di gerobak

Tak jarang pengemis pura-pura tidur di gerobak bersama istri. Modus seperti ini biasanya marak pada bulan Ramadhan. Kemudian pada siang hari, suami menarik gerobak yang isinya anak dan istri. Modus ini dilakukan untuk memunculkan kesan bahwa sekeluarga tersebut tidak memiliki tempat tinggal, sehingga dermawan merasa iba dan memberikan belas kasih.

Pengemis gendong balita di jalan

Anak kecil menjadi cara ampuh bagi pengemis untuk mendulang rupiah. Dengan membawa anak balita, warga akan semakin iba sehingga dengan ikhlas akan memberikan uang. Cara seperti ini sengaja digunakan para pengemis. Kadang anak sengaja didandani semiris mungkin, lalu disuruh mengemis.

Pengemis dorong nenek sakit

Tak jarang pengemis membawa nenek yang pura-pura sakit agar lebih dramatis. Si nenek ditampilkan dalam kondisi tidak sehat, lalu didorong menggunakan gerobak. Ada pula yang pura-pura tidur di jalan dengan ekspresi sangat memilukan. Hal itu dilakukan untuk menarik perhatian pengguna jalan agar memberi belas kasih.

Pengemis dramatisir luka di tubuh

Tak jarang pengemis mendramatisir luka bawaan dari kecil untuk menarik perhatian dan rasa iba dari para dermawan. Modusnya, pengemis yang memang memiliki cacat dari kecil akibat tersiram air panas dibuat didramatisir seakan-akan luka itu merupakan luka baru dan butuh biaya pengobatan.

Artikel Asli (Sumber)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel