Tulisan ini aku dedikasikan untuk adikku semata wayang.
Hidup ini memang keras. Bukankah dari kecil aku sudah sengaja mendoktrinmu untuk selalu kuat?
Aku selalu memarahimu bukan karena kakak enggak sayang. Tapi, saking sayangnya kakaklah yang membuat kakak gusar setiap kali kamu kembali ke rumah hanya untuk mengaduh kalau temanmu memukuli mu. Aku mengajari mu untuk membalas, tapi kamu enggan memperpanjang urusan. Aku bukan bermaksud memberimu contoh untuk berkelahi, tetapi sebagai lelaki kamu tak boleh lari dari masalah. Selesaikan! Bahkan meski harus saling adu jontos. Bagiku asal kamu tidak diremehkan orang, berkelahi itu wajar.
Kamu selalu kupinta untuk bergabung dengan anak-anak kompleks hanya untuk sekedar bermain bola, tetapi kamu malah memilih bermain bulu tangkis bersamaku. Bukan karena aku tak ingin bermain bersamamu, dek! Tapi aku ingin kamu bisa bersosialisasi dengan teman sebayamu.
Maafkanlah keadaan rumah kita,
Aku tahu kamu merindukan suasana rumah yang hangat seperti teman-temanmu.
Ada sosok papa yang mengantar-jemputmu ke sekolah seperti temanmu, bukan malah aku yang setiap pagi mengantarmu lalu buru-buru pulang hanya untuk menjemputmu. Aku tahu kamu juga ingin duduk makan bersama seperti cerita teman-temanmu, bukan hanya makan berdua sama aku, Kakakmu.
Hidup memang terkadang terasa pahit jika kita lupa cara menabur manisnya.
Aku selalu memberitahukan kamu kan? Bahwa yang kamu alami akan berbeda jika kamu kuat seperti kakak. Hidup bukan sekedar makan atau tidur, lebih dari itu. Hidup perkara ikhlas, menerima, dan menjalani. Jika kamu tidak kuat, mungkin saja keadaan rumah bisa membombardir akal sehatmu. Kamu bisa jadi pribadi yang pemarah atau sebaliknya. Choose wisely.
Broken home, bukanlah kutukan. Justru kamu beruntung jika bisa tetap positif dalam menjalani hidupmu.
Maafkanlah Kakak, yang bekerja terlalu jauh darimu. Melanggar janjiku dulu yang berkata semua akan baik-baik saja karena aku akan selalu bersamamu.
Kita berdua akan baik-baik saja, semesta akan memberi kita kekuatan.
Teruslah berdoa dek, jangan jemu-jemu!
Sebab, broken home tidak selalu broken future. Jangan menyerah dengan keadaan. Tetaplah kuat.
Mungkin kamu tidak menerima kasih sayang yang semestinya, tapi kakak akan selalu memberikan sayang dua kali lipat yang enggak bakal di rasakan anak lain kecuali kamu.
Jadilah tangguh, cepat atau lambat kamu akan mengerti. Kalau yang terjadi hanya sebuah peristiwa pahit bukan malapetaka.
Kakak akan pulang sebentar lagi.
Bersabarlah sebentar lagi.
Sambil menunggu kakak pulang, maukah kamu berjanji?
Tetaplah sekolah dengan rajin dan segeralah lulus.

Dariku,
Kakak yang merindukanmu.
-NCU