Terungkap! Ini Tokoh yang Wajahnya Jadi Inspirasi Patung Pancoran


Patung Pancoran merupakan salah satu patung yang cukup terkenal di Jakarta. Monumen patung ini sebenarnya memiliki nama Patung Dirgantara.
Namun, karena terletak di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, masyarakat kemudian menyebutnya dengan nama Patung Pancoran agar lebih mudah diingat.
Beberapa waktu belakangan, Patung Pancoran mendadak viral dan menjadi perbincangan netizen karena wajahnya tertangkap kamera. Diabadikan menggunakan drone oleh Rudy Sunandar, wajah patung pancoran membuat netizen bertanya-tanya, siapa sebenarmya sosok dibalik patung ini?
Ternyata, Patung Pancoran ini dulunya digagas oleh Presiden Pertama RI Ir. Soekarno. Soekarno kala itu terinspirasi oleh sosok kosmonaut asal Rusia, Yuri Gagarin.
Kemudian, Edhi Sunarso terplilih menjadi pemahat yang diminta Soekarno untuk mewujudkan gagasannya itu. Soekarno meminta Edhi untuk membuat sebuah patung dari perunggu untuk dibangun di depan markas TNI AU.
Wajah patung ini sebenarnya mengambil sosok Gatot Kaca. Sedangkan bentuk tangan yang berbentuk seperti akan terbang menyimpan nilai filosofi agar anak muda memiliki cita-cita setinggi langit.
“Idenya (terinspirasi) dari Yuri Gagarin, kosmonaut Rusia yang pertama kali keluar angkasa. Bung Karno dengan pembangunan patung itu ingin menyampaikan pesan agar anak muda mempunyai kemampuan seperti Yuri Gagarin,” jelas Asvi Warman, sejawaran LIPI, dilansir detik.com.
Bukan cuma soal wajah dan sosok dibalik Patung Pancoran, netizen juga diramaikan dengan arah yang ditunjuk oleh tangan menjulur patung tersebut. Ada yang percaya bahwa arah tersebut menunjuk lokasi harta yang disimpan oleh Sukarno.
Bahkan, ada pula yang beranggapan bahwa patung ini menunjuk ke arah Rusia yang menjadi kiblat politik Indonesia kala itu. Namun, dua pendapat ini dengan tegas dibantah oleh Asvi.
“Tidak ada maknanya apa-apa itu menunjukkanya,” tutur Asvi.
Bagaimana menurut pendapatmu? Sepertinya perlu belajar sejarah lebih dalam lagi, ya?!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel