430 Pegawai Gojek Kena PHK Dapat 7 Item Utama di Paket Pesangon

Fokus Bisnis Inti Jadi Strategi Gojek Hadapi COVID-19
Fokus Bisnis Inti Jadi Strategi Gojek Hadapi COVID-19
TEMPO.COJakarta - Gojek melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap 430 karyawan atau 9 persen dari total pegawai perseroan sebagai imbas dari strategi perseroan menghadapi pandemi Covid-19.
Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan perseroan telah menyiapkan dukungan paket pesangon untuk para karyawan yang diberhentikan tersebut. "Kepada kalian yang meninggalkan Gojek, kalian akan bertemu dengan perwakilan dari People team dan Manager kalian dalam beberapa hari ke depan," ujar dia dalam keterangan resmi, Selasa malam, 23 Juni 2020.
Berdasarkan email internal yang dikirimkan oleh Co-CEO Gojek Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi kepada seluruh karyawan Gojek, ada delapan komponen dalam paket pesangon tersebut. Andre mengatakan paket tersebut diberikan untuk mendukung mereka selepas keluar dari perseroan.
Sedikitnya ada tujuh item yang masuk dalam paket pesangon untuk 430 pegawai Gojek yang diberhentikan. Berikut deretan hal yang masuk dalam paket pesangon tersebut:
1. Pesangon
Karyawan yang terdampak akan menerima pesangon dengan ketetapan minimum gaji empat pekan, ditambah tambahan empat pekan gaji untuk setiap tahun lamanya bekerja.
2. Pembayaran gaji selama periode pemberitahuan
Perseroan tidak mewajibkan karyawan yang terdampak untuk bekerja saat sudah memasuki periode pemberitahuan, supaya karyawan dapat fokus memikirkan mengenai rencana mereka di masa mendatang. Namun, perseroan tetap akan membayar gaji mereka secara penuh.
3. Equity arrangement
Masa tunggu (annual cliff) bagi karyawan yang memiliki hak kepemilikan saham akan dihapus, sehingga karyawan yang meninggalkan Gojek dapat memiliki saham di perseroan.
4. Pembayaran cuti tahunan dan hak lainnya
Perseroan akan membayarkan cuti tahunan yang tidak digunakan, selain juga hak-hak lainnya termasuk cuti melahirkan.
5. Perpanjangan asuransi kesehatan
Di tengah krisis kesehatan global ini, perseroan ingin memastikan bahwa kebutuhan kesehatan karyawan yang terdampak tetap dapat terpenuhi. Perseroan akan memperpanjang skema asuransi kesehatan bagi karyawan yang terdampak dan juga bagi keluarga mereka, hingga 31 Desember 2020.
6. Perlengkapan
Karyawan dapat tetap memiliki laptop mereka untuk membantu mencari peluang lain.
7. Perpanjangan program bantuan karyawan
Perseroan menyatakan sangat memperhatikan kondisi emosional dan psikologis karyawan yang terdampak. Oleh karena itu, perseroan memperpanjang masa dukungan, mencakup program layanan kesehatan mental, finansial, dan konsultasi lainnya selama tiga bulan ke depan.
8. Program Outplacement
Perseroan akan memberikan program outplacement yang akan membantu setiap pegawai terdampak untuk mencari pekerjaan.
Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel