Bareskrim: 74.000 Benih Lobster Akan Diselundupkan ke Vietnam Lewat Jalur Gelap

Benih lobster. (Foto: Istimewa)
Benih lobster. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, iNews.id - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri telah menuntaskan berkas perkara dugaan penyelundupan 74.000 benih lobster. Dalam perkara tersebut polisi menetapkan tersangka Kusmianto alias Lim Swie King alias AAN.
Dirtipidter Bareskrim, Brigjen Pol Syahar Diantono menegaskan pelimpahan berkas perkara ini merupakan wujud komitmen Polri memerangi penyelundupan baby lobster atau benur dan memastikan penindakan tegas terhadap pelaku. Penangkapan terhadap tersangka dilakukan pada 5 Juni 2020 di sebuah gudang di Cileungsi, Jawa Barat.
“Kami pastikan menindak tegas pelaku penyelundupan benih lobster, itu sudah komitmen Polri,” kata Syahar melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (14/7/2020).
Selain tidak memiliki izin ekspor, benur atau baby lobster yang didapat juga tidak jelas asal usulnya. Rencananya, ribuan benur itu bakal diekspor ke Vietnam melalui jalur gelap.
“Rencananya mau diekspor ke Vietnam,” ujarnya.
Tersangka terbukti melanggar Pasal 92 dan atau Pasal 88 Jo Pasal 16 ayat (1) UU No 31/2004 Tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU No 45/2009 tentang perubahan atas UU No 31/2004.
“Penyidikan tindak pidana perikanan menyatakan berkas kasus ini telah diangggap lengkap (P21) dan dilimpahkan pada proses penuntutan Jaksa Penuntut Umum,” Syahar.
Diharapkan kasus ini menjadi yusrisprudensi ke depan. Meski ada Permen 12/2020 yang membuka keran ekspor, namun eksportir harus memenuhi syarat yang telah diatur dalam Permen 12/2020 tentang Pengelolaan lobster, kepiting, dan rajungan di wilayah Indonesia.
“Meski memiliki izin, namun obyek tangkapannya tidak memenuhi syarat yang dimaksud dalam peraturan menteri, dan melanggar ketentuan undang-undang. Kepolisian tetap memiliki wewenang dalam penanganan tindak pidana perikanan khususnya pelanggaran terhadap pembudidayaan dan ekspor benih lobster,” katanya.
Dari 74.000 benih lobster itu, 44.000 di antaranya dilepas ke laut Carita, Banten. 30 benih diberikan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk keperluan riset dan 200 benur dijadikan sebagai barang bukti di pengadilan.
“Pelepasan dilakukan oleh BKIPM KKP dan penyidik Bareskrim,” ujarnya.
Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel