Diberi Uang dan Rumah oleh Baim Wong, Ini Kondisi Keluarga Gilang Kini, Ucap Ini untuk Suami Paula


Sempat Viral di MedsosGilang bocah berusia 13 tahun sampai diberi bantuan oleh youtuber Baim Wong. Suami Paula Verhoeven sampai memberi rumah dan uang.

Bukan hanya itu, Gilang juga diberi pekerjaan oleh ayah Kiano Tiger Wong. Memang, Gilang mendadak viral di jagat media sosial. Ia putus sekolah dan berjualan di jalanan Graha Raya, Ciledug, Kota Tangerang.

Dia berjualan minuman es dan makanan ringan. Kini Gilang pun telah dibantu oleh Baim Wong yang sempat menyedot perhatian publik.

Azis (34) ayah dari Gilang menceritakan kisah buah hatinya itu. Pria yang kesehariannya sebagai driver ojek online (ojol) ini merasa prihatin dengan nasib Gilang yang berhenti sekolah dan terpaksa berjualan.

"Saya nangis membatin di dalam hati saya ini. Sebetulnya saya prihatin, di usia yang masih anak-anak itu tapi dia (Gilang) berjualan dan putus sekolah," ujar Azis tampak tertundu terdengar suaranya bergetar saat dijumpai Warta Kota (grup Banjarmasinpost.co.id) di Graha Raya, Tangerang, Selasa (28/7/2020).

Berikut hasil petikan wawancara eksklusif Azis dengan Warta Kota;

1. Bisa diceritakan awal mula Gilang sampai berjualan?

- Awalnya itu dulu Gilang sebelum berhenti sekolah selalu dibekali makanan sama minuman oleh ibunya. Kemudian teman-teman sama orangtua murid ikut nyobain, eh suka. Lalu mereka pesan itu, dan dibawakan oleh ibunya. Dari situ lah Gilang mulai suka berjualan.

Berjalannya waktu ekonomi keluarga saya semakin terpuruk. Saya pindah dari Pamulang ke dekat Graha Raya ini. Ngontrak rumah di sini baru sekitar satu bulan. Gilang sepeda-sepedaan di sekitar sini dan dia mau berjualan minuman sama makanan yang dulu dibekali ibunya itu waktu sekolah.

Mulanya saya ikutin Gilang dari belakang. Gilang naik sepeda, saya bawa motor.

Di situ sebenarnya hati saya di dalam hati menangis. Membatin, enggak tega.

2. Apa bapak sempat melarang atau memaksa Gilang berjualan?

- Itu Gilang yang mau sendiri berjualan. Saya dan ibunya sempat melarang, tapi dia maunya begitu. Kami bukannya eksploitasi anak atau memanfaatkannya.

Saya juga bela-belain kerja buat keluarga. Hasil jualan dari Gilang uangnya juga buat keperluan dia sama adik-adiknya.

Saya tidak memaksa Gilang untuk berjualan. Harus diperhatikan betul kesehatannya. Kalau sakit juga kan bayarnya mahal. Makanya saya dan ibunya selalu pantau.

3. Apa Gilang pernah mengeluh selama berjualan?

Gilang enggak pernah mengeluh. Paling kalau curhat ke saya soal banyaknya pesanan dari pelanggannya. Kalau dagangannya habis tapi ada yang pesan lagi, dibuatkan juga sama ibunya.

Gilang kalau sama saya itu memang rada segan. Dia takut, karena saya memang tegas orangnya. Cerita-cerita hanya sekadar kesehariannya saja, tidak ngeluh. Saya juga kan berangkat pagi pulangnya malam, jadi saya minta ibunya yang kasih informasi kalau ada apa-apa sama Gilang.

4. Gilang kenapa berhenti sekolah?

- Masalah ekonomi saya yang memang lagi tidak ada. Saya kan pindahan, jadi susah ngurus persyaratan adminitrasi untuk sekolah. Dan saat itu memang masuk sekolah memerlukan uang banyak.

Selama tahun ini memang Gilang tidak sekolah. Jadi kesehariannya terpaksa berjualan ingin bantu orangtuanya.

5. Apa Gilang pernah menyampaikan untum bersekolah lagi?

- Dia memang pernah bilang ke saya kalau mau sekolah lagi. Saya juga ada niatan untuk menyekolahkan Gilang kalau memang sudah punya uang. Saya juga ingin Gilang bersekolah. Selumnya juga saya sempat mengumpulkan uang untuk Gilang masuk sekolah. Dia kan anak pertama jadi harapan keluarga.

6. Bisa dijelaskan apa yang terjadi di keluarga bapak?

- Ini memang himpitan ekonomi. Belum lagi ditambah kondisi pandemi. Saya di tempat kerja jadi korban PHK (pemutusan hubungan kerja).

Jadi sekarang saya ngojek. Tapi tetap ikhtiar mencari uang, meski dalam penerapan PSBB (pembatasan sosial berskala besar).

Kerja keras berangkat ngojek dari subuh sampai malam. Memang penghasilannya menurun. Penghasilan hanya di bawah sekitar Rp. 100 ribu bisa dibawa pulang ke rumah.

Anak saya 3 masih kecil-kecil. Belum lagi beli susu. Gilang anak pertama yang suka membantu. Ditambah lagi untuk bayar kontrakan setiap bulan.

7. Sekarang bapak sekeluarga sudah dibantu Baim Wong, bagaimana menyikapinya?

- Saya sangat mengucapkan terima kasih kepada Baim Wong. Baim sangat membantu keluarga saya. Saya juga enggak nyangka anak saya bisa seviral ini. Terima kasih banget untuk Baim Wong.

Dibantu Baim Wong, saya tetap menjalani pekerjaan keseharian saya. Saya masih ngojek, angkut penumpang di jalan.

8. Baim berencana membantu apa saja untuk keluarga bapak?

- Baim sudah memberikan banyak bantuan kepada kami. Seperti anak saya yang dikasih uang oleh Baim. Gilang juga dikasih kerjaan untuk menjadi artis.

Sekarang keluarga kami juga sudah pindah dari rumah kontrakan. Dan diberikan rumah oleh Baim Wong untuk tempat tinggal.

Gilang juga sekolahnya akan diurus oleh Baim Wong. Jadinya bisa sekolah lagi.

9. Bagaimana tanggapan bapak Gilang menjadi artis?

- Memang itu yang menjadi cita-citanya. Saya hanya mendukung. Dia sangat ngefans dengan Baim Wong. Dan ingin jadi artis. Sekarang cita-citanya bisa tercapai. Tapi intinya tetap walau pun jadi artis, harus tetap sekolah.

SUMBER

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel