5 Kesalahan yang Sering Dilakukan di Dapur, Jangan Simpan Makanan Masih Panas

Ilustrasi menyimpan makanan dalam freezer Foto: Shutter Stock
Banyak orang pernah jatuh sakit akibat makanan yang dikonsumsinya. Penyakit pencernaan, seperti diare atau bahkan tifus, mudah menyerang orang dengan imun rendah. Selain pengaruh dari imun tubuh, penyakit pencernaan juga dapat disebabkan oleh kesalahan saat menyiapkan makanan di dapur.
Dilansir Eat This, dari mengatur suhu ruang penyimpanan makanan atau mengkontaminasi barang-barang dapur, dapat menyebabkan munculnya berbagai macam bakteri.
Untuk menghindari itu, berikut beberapa kesalahan yang mungkin sering kamu lakukan di dapur, serta tips untuk memperbaiki dan menghindarinya.

1. Menyimpan makanan dalam suhu yang salah

Ilustrasi makanan di kulkas. Foto: Shutterstock
Menurut Departemen Pertanian AS (USDA), kebanyakan bakteri akan berkembang dalam makanan bersuhu 4-60 derajat Celsius. Di suhu ini juga bakteri dapat tumbuh berlipat ganda dengan cepat; hanya dalam waktu 20 menit.
Untuk menghindari hal ini, kamu dapat menyimpan makanan yang sudah dimasak ke dalam kulkas, lebih baik lagi jika disimpan dalam rentang waktu dua jam setelah matang. Selain dalam kulkas, kamu dapat menjaga suhu makanan tetap panas menggunakan slow cooker. Sajikan juga makanan yang dingin dengan tambahan es untuk menjaga suhu.

2. Mendinginkan makanan panas

Menyimpan makanan panas dalam kulkas Foto: Shutter Stock
Sebelum menyimpan sisa makanan ke dalam kulkas, pastikan makanan sudah berada dalam suhu ruang. Menyimpan makanan panas langsung ke kulkas dapat menyebabkan peralatan dapur ini cepat rusak.
Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan untuk mendinginkan makanan hingga suhu 21 Celsius dalam dua jam pertama setelah memasak, dan 4 Celsius dalam empat jam setelah itu.
Kamu juga dapat memberi label sisa makanan dengan nama dan tanggal pembuatan agar dapat mengingat waktu produksi dengan lebih mudah.

3. Salah menyiapkan sayur dan buah

Ilustrasi mencuci sayuran. Foto: Shutter Stock
Sayuran yang sudah dicuci sebelumnya, lebih baik tidak dicuci ulang. Produk segar yang sudah dicuci sebelumnya kemungkinan memiliki lebih sedikit bakteri dibanding bak cuci piring atau meja dapur di rumah. Selain itu, mencuci ulang sayuran hijau sebenarnya dapat mengkontaminasinya dari bakteri.
Untuk umbi-umbian seperti wortel, labu, atau kentang, cuci dengan kuat dan bersih. Sedangkan untuk buah-buahan seperti beri, bilaslah dengan lebih lembut. Sebelum mengonsumsi pastikan kamu juga sudah membilas di bawah air mengalir.

4. Memakai talenan untuk memotong berbagai bahan makanan

Ilustrasi talenan kayu Foto: Shutter Stock
Talenan yang besar memudahkan kita untuk menyiapkan banyak bahan dengan cepat, tetapi penggunaan satu talenan rawan menyebabkan kontaminasi silang.
Sebaiknya beli dua talenan berbeda, satu yang digunakan memotong bahan daging dan satu lagi untuk bahan-bahan segar seperti buah dan sayuran. Selain itu, rajin bersihkan talenan sebelum mempersiapkan makan apa pun.
Menurut Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA), kamu dapat membersihkan talenan dengan menggunakan air panas dan sabun sebelum serta sesudah digunakan.

5. Tak memahami kalimat pada label makanan

label kemasan makanan Foto: Shutterstock
Anggapan terhadap label “best by” dalam produk makanan kemasan tidak selalu seperti yang kita pikirkan. Secara umum, tanggal yang tertera menunjukkan tentang kualitas makanan, bukan keamanannya. Seringkali, kamu masih dapat memakan makanan tersebut.
Cari tahu arti dari label-label tersebut agar tidak ada makanan sisa yang terbuang sia-sia padahal masih dapat dikonsumsi. Cara terbaik untuk menilai apakah suatu makanan masih aman untuk dikonsumsi, adalah dengan memanfaatkan indera kita. Lihat bentuk makanan dan cium baunya. Namun, bila kamu masih ragu juga, lebih baik tinggalkan saja.
Reporter: Natashia Loi
Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel