Bolak-balik ke Gunung Gendong 40 Kg Sampah, Pemulung Ini Rutin Bantu Lansia : Malaikat Tak Bersayap


Sosok malaikat tak bersayap tampaknya tak cuma ungkapan.
Sebab baru-baru ini, sosok malaikat tak bersayap ditemukan sedang berjalan di Gunung Merbabu.
Ya, malaikat tak bersayap itu adalah Mbah Bingah.
Sosok Mbah Bingah yang pekerja keras di usianya yang mencapai 63 tahun belakangan menjadi sorotan.
Bagaimana tidak, berprofesi sebagai pemulung, Mbah Bingah nyatanya tak lupa untuk bersedekah.
Kisah hidup Mbah Bingah yang inspiratif pun menuai perhatian khalayak.
Publik dibuat tersentuh dengan niat mulia Mbah Bingah kepada sesama.
Kisah hidup Mbah Bingah itu dibagikan oleh akun TikTok @kitabisacom.
Dilansir TribunnewsBogor.com pada Sabtu (12/9/2020), Mbah Bingah tampil di video singkat berdurasi tak sampai 1 menit.
Dalam video tersebut, Mbah Bingah tampak sedang berjalan sembari menggendong satu karung besar sampah.
Dengan tubuhnya yang kecil, Mbah Bingah terlihat perkasa kala mengangkut 30-40 kg sampah yang berasal dari Gunung Merbabu.
Maka tak heran kalau julukan malaikat tak bersayap itu cocok disematkan pada Mbah Bingah.
Kepada tim akun TikTok tersebut, Mbah Bingah mengaku senang menjadi pemulung.
Sebab dengan mengambili sampah, Mbah Bingah bisa membuat gunung menjadi bersih.
"Ada malaikat tak bersayap di Gunung Merbabu. Tiap hari naik turun gunung gendong 30-40 kg sampah," tulis akun TikTok @kitabisacom.
Bekerja sebagai pemulung tiap hari, Mbah Bingah lantas menjual semua sampah yang ia kumpulkan.
Uang hasil penjualan sampah itu dipakai Mbah Bingah untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Bolak-balik Naik Gunung Angkut 40 Kg Sampah, Pemulung Ini Rutin Sedekah ke Lansia : Malaikat Tak Bersayap (TikTok @kitabisacom)
Penghasilan yang didapat Mbah Bingah dari memulung puluhan kilo sampah pun tak seberapa.
Setiap 1 kg sampah yang diangkut Mbah Bingah hanya dihargai Rp 1.000.
Sehingga dalam sehari, Mbah Bingah hanya mampu mengantongi uang sebesar Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu saja.
Namun, meski penghasilannya terbatas, Mbah Bingah tak lupa untuk selalu berbagi.
Bahkan, di tengah himpitan ekonomi, Mbah Bingah tetap rutin memberikan bantuan untuk lansia di dekat rumahnya.
Tak cuma untuknya dan sang suami, Mbah Ngatemin (73), Mbah Bingah juga rutin menyisihkan uang hasil penjualan sampah guna membantu tetangga di kampungnya.
Seperti yang tampak dalam video, Mbah Bingah sedang memberikan minum dan menyuapi lansia.
Mengajak serta khalayak untuk bersedekah, Mbah Bingah mengaku ingin membantu para lansia di pelosok.
"Sudah tiga tahun memulung. Ingin bagi-bagi sembako ke lansia di pelosok," pungkas Mbah Bingah.
Pemulung Bawa Uang Receh Sekarung untuk Beli HP
Syok dengan kedatangan seorang pemulung ke konter miliknya, Rahman merasa terenyuh.
Pemilik konter HP di Samarinda itu merasa terenyuh lantaran melihat seorang pemulung hendak membeli ponsel dengan uang koin sekarung.
Ya, dengan wajah penuh pengharapan, seorang pemulung bernama Yatmin mengaku ingin membeli HP untuk cucunya, Satria.
Karenanya, Kakek Yatmin pun membawa uang koin sekarung untuk memenuhi keinginan sang cucu.
Kisah Kakek Yatmin membawa uang koin sekarung untuk beli HP itu pun sempat menjadi viral di media sosial.
Publik dibuat terenyuh dengan perjuangan sang kakek yang hendak mewujudkan mimpi sang cucu.
Hingga akhirnya, fakta asli dari kejadian tersebut pun terkuak.
Dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com, uang koin sekarung yang dibawa Kakek Yatmin rupanya adalah hasil tabungan dari sang cucu, Satria.
Ingin sekali punya HP, Satria diminta sang kakek untuk menabung.
Sebelumnya, Satria rupanya sempat meminta ponsel kepada sang kakek.
Namun karena tidak mempunyai cukup uang, Yatmin pun meminta Satria untuk menabung dari uang saku yang diberikan.
“Setiap hari dia (cucu) tabung Rp 1.000, Rp 2.000, sampai Rp 3.000, sisa jajannya,” ungkap Yatmin.
Setelah hampir satu tahun menabung, uang receh yang terkumpul itu kemudian Yatmin masukan ke dalam karung.
Uang tersebut lalu Yatmin bawa untuk membeli ponsel di sebuah konter yang terletak di Jalan Cendana, Samarinda.
Sempat percaya diri membeli HP, Yatmin nyatanya takut jika uang yang ia bawa kurang.
“Awalnya saya berniat kalau kurang nanti saya tambah,” kata Yatmin.
Kedatangan Yatmin ke konter HP tersebut pun sempat direkam oleh pegawai.
Melihat kedatangan Yatmin yagn hendak membeli HP, pegawai awalnya biasa saja.
Namun, ketika mengetahui Yatmin membawa uang koin satu karung untuk membeli HP, pegawai baru terkejut.
Bukan cuma pegawai, pemilik konter HP bernama Rahman pun ikut syok.
Kepada Kompas.com, Rahman mengaku terkejut saat diberitahu karyawannya ketika ada seorang kakek yang ingin membeli ponsel dengan uang receh sekarung.
“Saya awalnya kaget, pegawai saya panggil katanya ada kakek datang bawa uang recehan mau beli ponsel,” ungkap Rahman.
Hingga akhirnya, Rahman pun merasa iba kepada sang Kakek.
Rahman mengaku sedih melihat perjuangan pemulung tersebut.
Terlebih, alasannya saat membeli ponsel dengan uang receh itu untuk diberikan kepada cucunya.
Guna mewujudkan mimpi sang Kakek, Rahman pun menghitung uang yang dibawa Yatmin.
Kakek Yatmin (kiri) bersama cucu Satria (tengah) dan istri Lasinem (kanan) saat ditemui Kompas.com di Jalan Cendana, Samarinda, Kaltim, Minggu (21/6/2020). (KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON)
Uang receh yang dibawa pemulung tersebut diperkirakan sebanyak Rp 600.000.
Namun oleh Rahman, pemulung tersebut diberikan sebuah ponsel seharga Rp 1,9 juta.
Ya, demi sang Kakek, Rahman rela rugi jutaan rupiah.
Sebab, uang yang dibawa Yatmin nyatanya masih kurang Rp 1,3 juta.
Tak hanya rela rugi, Rahman juga masih memberikan uang tunai sebesar Rp 200.000 kepada Yatmin.
“Saya bilang ya sudah enggak masalah, terima saja. Terus kami kasih ponsel baru dan uang Rp 200.000,” kata Rahman.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel