Kemenkes Akhirnya Imbau Agar Warga Tak Pakai Masker Scuba-Buff Selama Pandemi Corona

 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya memberikan imbauan kepada masyarakat Indonesia untuk tidak memakai masker jenis scuba maupun buff. Imbauan ini disampaikan menyusul berbagai penelitian yang menyebut jika kedua jenis masker tersebut tidak efektif dalam mencegah penularan virus corona.

Kemenkes lantas meminta masyarakat untuk menggunakan masker yang baik dan berbahan benar sesuai dengan anjuran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penggunaan masker kain sendiri sama sekali tidak dilarang selama memiliki sejumlah lapisan dan tidak setipis masker scuba ataupun buff.

"Saya sering mengatakan masker itu ada tiga, pertama masker N95," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Achmad Yurianto dalam keterangan tertulis seperti dilansir dari Detik, Selasa (22/9). "Ini memang sudah standar yang tinggi karena dipakai petugas-petugas kesehatan yang langsung berhadapan dengan virus di laboratorium."

"Kemudian masker bedah yang biasa dipakai tenaga medis, dan ketiga masker kain," sambungnya. "Masker kain yang banyak dipakai masyarakat tidak boleh sembarangan dengan kain tipis seperti masker scuba dan buff."

Lebih lanjut Mantan Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 ini menjelaskan jika masker kain yang digunakan setidaknya harus memiliki 2 lapisan. Masker scuba dan buff tidak dianjurkan lantaran hanya memiliki satu lapisan saja sehingga dinilai tidak efektif dalam mencegah penularan virus corona.

Yuri juga memberikan saran bagaimana pemakaian masker yang benar untuk mencegah penularan COVID-19. Diantaranya adalah rajin mengganti masker kain setiap 3 jam sekali dan memperhatikan tingkat kerapatan pori-pori pada masker.

"Lapisan kain bagian dalam masker dapat menyerap cairan dari mulut kita. Gunakan masker kain selama maksimal 3 jam setelah itu ganti dengan masker yang bersih," saran Yuri. "Tidak ada masker buff atau masker scuba, karena begitu masker tersebut ditarik pori-porinya akan terbuka lebar. Masker tersebut tidak memenuhi syarat."

"Seperti yang kita tahu, COVID-19 menyebar secara cepat melalui percikan droplet, baik saat bersin maupun batuk," sambungnya. "Memakai masker adalah salah satu cara efektif untuk menahan droplet tersebut menyebar. Tingkat risiko penularan COVID-19 akan semakin menurun apabila seseorang memakai masker."

Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel