Setahun Berpisah karena Tugas, Rindu Pria Ini Pulang Kampung Berubah Syok, Istri Sudah Jadi Jenazah

 

Kisah pilu suami disambut jenazah istri setelah setahun bertugas.

TRIBUNSTYLE.COM - Kisah pilu suami disambut kabar duka setelah menjalankan tugas negara, sang istri meninggal di hari kepulangannya.

Pria asal Malaysia bernama Mohd Noh bin Samsudin akhirnya pulang setelah setahun menjalankan tugas negara.

Sepulangnya dari bertugas, berkumpul dengan keluarga tentu jadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh Mohd Noh bin Samsudin.

Namun sayangnya, kepulangan Mohd Noh bin Samsudin justru disambut kabar duka.

TribunStye.com lansir dari Siakap Keli, istri Mohd Noh bin Samsudin meninggal dunia di hari kepulangannya.

Mohd Noh bin Samsudin merupakan anggota pasukan pengaman Batalion Malaysia 850-7 (MALBATT 850-7).

Diketahui, Mohd Noh bin Samsudin diberikan tugas untuk misi UNIFIL di Lebanon Selatan.

Setelah menjalankan tugas negara, Mohd Noh bin Samsudin memutuskan pulang ke rumahnya.

Istri Mohd Noh bin Samsudin meninggal, begini suasana di rumah duka. (Facebook MyJointForce)

Sesampainya di rumah, Mohd Noh bin Samsudin harus menerima kenyataan pahit bahwa sang istri telah meninggal dunia.

Mohd Noh bin Samsudin berpisah jarak dengan sang istri selama 1 tahun.

Kesedihan pun menyelimuti hati Mohd Noh bin Samsudin karena dirinya tak bisa menemani istrinya di saat-saat terakhirnya.

Istrinya, Norhidayah binti Amishammudin disebut meninggal dunia karena infeksi bakteri di paru-paru.

Norhidayah binti Amishammudin menghembuskan nafas terakhir pada 17 September 2020 lalu.

Mendiang dimakamkan di Tanah Perkuburan Islam Kampung Ulu Yoh, Johol, Negeri Sembilan pada 18 September 2020.

Kisah pilu yang menimpa Mohd Noh bin Samsudin tersebut dibagikan akun Facebook MyJointForce beberapa waktu lalu.

"Kehilangan orang yang dicintai sangat memilukan sementara orang tersebut adalah suri hati.

Itulah yang dirasakan seorang suami bergelar anggota pengaman PBB UNIFIL, MALBATT 850-7, yang telah kehilangan istri tercintanya dan pergi selamanya," tulis akun Facebook My JointForce.

"Perpisahan selama setahun demi tugas berubah menjadi perpisahan selamanya bagi pasukan perdamaian MALBATT 850-7, LKpl Mohd Noh bin Samsudin yang saat itu mengemban amanah Bangsa dalam menjalankan Misi UNIFIL di Lebanon Selatan.

Istrinya, Allahyarhamah Norhidayah binti Amishammudin kembali ke Rahmatullah pada tanggal 17 Sep 20, sekitar pukul 19.00 di Rumah Sakit Umum Kuala Pilah akibat infeksi bakteri di paru-paru," lanjutnya.

Postingan itu sontak mengundang berbagai macam reaksi dari warganet.

Menurut pantauan TribunStyle.com, postingan itu kini telah dibagikan sebanyak 722 kali.

Akun tersebut juga mengunggah sejumlah foto pemakaman.

Di foto tersebut, tampak beberapa orang melayat ke rumah duka.

Sementara itu, Mohd Noh bin Samsudin terlihat mengenakan baju hazmat.

Mohd Noh bin Samsudin juga memberikan penghormatan terakhir kepada sang istri sebelum dimakamkan.

Sudah Disiarkan di Masjid, Pria Ini Syok Saat Doa & Buka Kain Jenazah, Ternyata Istri Masih Hidup

Sementara itu … tengah heboh seorang warga Desa Bendiwulung, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar bernama Harnanik dikabarkan meninggal dunia pada Senin (23/8/2020) akibat serangan jantung.

Setelah sang istri dinyatakan meninggal dunia, suami Harnanik pun mulai menyiapkan seluruh kegiatan pemakaman.

Termasuk mengumumkan kematian Harnanik lewat masjid desa dan meminta tukang gali kubur menyiapkan liang lahat untuk peristirahatan terakhir sang istri.

Saat menjemput ke rumah sakit, suami Harnanik sempat memanjatkan doa tepat di hadapan jenazah istrinya tersebut.

Tak hanya itu, suami Harnanik pun sempat memberanikan diri membuka kain jenazah untuk melihat wajah sang istri untuk terakhir kali.

Namun siapa sangka, saat dibuka ternyata itu bukanlah jenazah Harnanik istrinya.

jenazah ()

Pasien yang meninggal ternyata S yang sempat dirawat satu ruangan dengan Hartanik.

Anak Harnanik, Nanung Hermawan bercerita keluarga mengetahui ibunya masih hidup saat ayah Nanung ke rumah sakit untuk menjemput jenazah.

Setelah menandatangani semua berkas, sang ayah melakukan doa di depan jenazah Harnanik.

Karena penasaran, sang ayah membuka kain penutup jenazah dan terkejut saat melihat jenazah itu bukan istrinya, Harnanik.

Ia pun segera ke ruang isolasi dan melihat istrinya masih dirawat.

"Terus lihat ke ruang isolasi, ternyata ibu saya masih ada di situ," kata Nanung.

Nanung mengatakan, ibunya telah pindah ruangan setelah dinyatakan negatif Covid-19.

Meski begitu, Nanung menjelaskan pihak keluarga belum menerima surat keterangan negatif Covid-19.

Padahal surat tersebut sangat penting saat kondisi pandemi seperti saat ini.

"Nanti sewaktu-waktu (ibu) saya bawa pulang, ada yang nanya bagaimana.

Zaman sekarang masalah begini, kan rawan," kata Nanung

Sementara itu Wakil Direktur Pelayanan RSUD Mardi Waluyo dr Herya Putra menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Menurut Herya, Harnanik dirawat di rumah sakit karena menderita stroke ringan.

Saat dirawat ia mengeluh sesak napas.

Sesuai dengan prosedur, ia kemudian dirawat di ruang isolasi bersama dengan dua pasien lainnya.

Di ruangan tersebut, Harnanik dan S sama-sama berstatus suspek Covid-19.

Mereka kemudian melakukan test swab pada 17 Agustus 2020 lalu.

Namun hingga saat ini hasil test belum diterima. Pada Minggu (23/8/2030) kondisi pasien S terus menurun.

Perawat yang bertugas kemudian berinisiatif menukar posisi ranjang S dengan pasien Harnanik.

Pemindahan posisi ranjang dilakukan karena sudut pandang kamera pengawas lebih jelas.

Namun pemindahan posisi ranjang tersebut tak dicatat dalam rekam medis pasien.

Imbasnya saat pergeseran petugas jaga, perawat tak menyadari pemindahan tersebut.

Penggunaan kamera pengawas dilakukan untuk membantu pemantauan perkembangan pasien.

Ini karena kondisi dan keterbatasan akses pada ruang isolasi.

Ilustrasi kantong jenazah (Alamy Stock Photo)

"Akses ruang isolasi kan terbatas. Perawat juga harus pakai APD level tiga," kata dia.

Saat kondisi pasien S memburuk dan meninggal di hari Senin, perawat mengira pasien tersebut adalah Harnanik.

Apalagi gelang identitas pasien S terlepas dan tak berada di tempatnya.

Sehingga perawat mengidentifikasi identitas pasien berdasarkan susunan ranjang.

"Saat itu juga tidak sempat cek ke bed (tempat tidur) sebelahnya karena keterbatasan akses ruang isolasi," lanjut Herya.

"Berseberangan utara dan selatan," ujar Herya.

Ia mengatakan saat ini Harnanik masih dirawat di ruang isolasi.

Pernyataan tersebut berbeda dengan pernyaaan keluarga yang mengatakan Harnanik sudah pindah ke ruangan lain.

Terkait kejadian tersebut, Herya mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi dan pembinaan internal telah dilakukan agar kejadian serupa tak terulang.

"Kepada keluarga kita sudah sampaikan permohonan maaf," ujar Herya. (TribunStyle.com/Tiara Susma)

Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel