Ini 5 Fakta Nakes yang Dilempar Kotoran oleh Keluarga Pasien COVID-19 di Surabaya

Tenaga kesehatan dari Puskesmas Sememi Surabaya mendapat perlakuan tak mengenakkan saat akan mengevakuasi pasien COVID-19 dari Rusun Bandarejo.
Di Surabaya ada seorang tenaga kesehatan (nakes) yang harus mengalami kejadian tak mengenakkan karena ingin mengevakuasi pasien terkonfirmasi COVID-19. Baju hazmat dari nakes bernama Cholik Anwar itu dilumuri kotoran manusia oleh keluarga pasien. Berikut 5 fakta yang dirangkum Basra.
  • Peristiwa tersebut terjadi di Rusun Bandarejo, Sememi, Surabaya, pada 29 September 2020. Enam hari sebelumnya, di tanggal 23 September 2020 Pemkot Surabaya menggelar tes swab pada penghuni rusun. Pada tanggal 28 September 2020 hasil tes swab keluar. Dan ternyata salah satu penghuni berinisial Mr X dinyatakan positif COVID-19. Petugas Puskesmas lantas memberi pengertian agar Mr X bisa dievakuasi ke rumah sakit karena sudah berusia 60 tahun dan memiliki penyakit penyerta hipertensi serta riwayat stroke. Tapi keluarga menolak. Bahkan pihak keluarga juga menolak untuk dites swab.
  • Keesokan harinya, pada 29 September 2020 petugas Puskesmas Sememi kembali mendatangi Mr X dan keluarganya. Dari pelacakan itu diketahui Mr X memiliki komorbid sehingga harus dibawa ke rumah sakit rujukan. Saat nakes hendak menjemput Mr X inilah peristiwa tak terpuji tersebut terjadi.
  • Saat akan mengevakuasi Mr X, tim tracing yang terdiri dari Cholik, petugas Linmas, bidan dan supir ambulans ikut membantu. Ketika akan memasukkan pasien ke ambulans, istri pasien ini keluar sambil membawa kresek hitam dan langsung mengoleskan kotoran manusia itu ke Cholik. Cholik mengaku sebelum diberi kotoran di baju hazmatnya, Cholik mengetahui kalau istri Mr X membawa kotoran manusia dari aroma yang menyengat. Saat itu Cholik sempat mencegah aksi istri Mr X dan berkata, "Bu, lapo sih atek ngunu? (Bu kenapa kok bawa barang seperti itu?". Tapi pelaku tidak menggubris dan tetap mengoleskan kotoran tersebut ke baju hazmat Cholik.
  • Kejadian tersebut sempat dimediasi oleh pihak kecamatan setempat. Namun istri Mr X tidak punya itikad untuk meminta maaf bahkan memilih diam saat diminta untuk meminta maaf pada tim Puskesmas Sememi.
  • Pasien berinisial Mr X kini dirawat di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Sedangkan istri Mr X dan anak kedua telah di tes swab dan diisolasi di hotel agar tidak kabur. Untuk anak pertama Mr X tetap diizinkan tinggal di rusun karena koperatif dan bila sewaktu-waktu dibutuhkan ayahnya bisa datang. Hingga berita ini ditulis, hasil tes swab keluarga Mr X belum keluar.
Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel