Polemik UU Cipta Kerja, Apa Dampaknya bagi Kita?

 What's Up TODAY? udah siapin kabar pilihan biar kamu tetap update. Ingat untuk add Official Account LINE What's Up TODAY? dengan cara klik link ini ya. 

Heboh Kontroversi UU Cipta Kerja, Apa Dampaknya bagi Kita?

Foto: Unsplash
Foto: Unsplash

Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau yang lebih dikenal dengan Omnibus Law Cipta Kerja pada Senin lalu. Keputusan ini dianggap kontroversial dan nimbulin banyak banget protes dari kalangan masyarakat.

Bentar, boleh jelasin dulu apa itu Omnibus Law Cipta Kerja?

Omnibus Law adalah satu UU yang sekaligus merevisi beberapa atau bahkan puluhan UU. Omnibus Law Cipta Kerja mengatur berbagai hal mulai dari ketenagakerjaan hingga lingkungan hidup.

Terus kenapa jadi kontroversi dan ditolak?

Karena beberapa pasal di dalamnya dianggap merugikan para buruh dan pekerja. Di antaranya adalah soal perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) yang dinyatakan nggak ada batas waktu kontrak alias kontrak seumur hidup dan juga jam kerja tanpa batas yang jelas yang dinilai eksploitatif. Selain itu, hak libur pekerja juga berubah menjadi 1 hari libur dalam 1 minggu.

Menurut Amnesty International Indonesia, Omnibus Law Cipta Kerja juga dinilai mengancam Hak Asasi Manusia (HAM) dan merugikan pekerja karena menghapus beberapa bentuk cuti berbayar termasuk cuti haid, cuti pribadi (pernikahan, sunat, pembaptisan, atau kematian anggota keluarga), cuti melahirkan, dan hari raya keagamaan. Selama ini cuti-cuti tersebut merupakan cuti tambahan di luar jatah cuti tahunan 12 hari. Amnesty International Indonesia berpendapat harusnya pemerintah mastiin hak pekerja dilindungi, sejalan dengan hukum nasional dan standar HAM Internasional.

Selain itu, penyusunan Omnibus Law Cipta Kerja nggak terbuka dan transparan sejak awal. Pemerintah mengklaim udah ngelibatin 14 serikat pekerja sebagai bagian dari proses konsultasi publik. Tapi pada kenyataannya seluruh serikat pekerja membantah dan menyatakan kalau mereka nggak pernah dilibatin dari awal proses penyusunan.

Apa aja poin-poin penting UU Cipta Kerja yang perlu kita tahu?

1. Pasal tentang Penghapusan Upah Minimum

Penghapusan upah minimum kota/kabupaten. Poin itu diganti dengan upah minimum provinsi. Penghapusan itu bisa membuat upah pekerja lebih rendah dari penghasilan yang didapatkan saat ini.

2. Pasal tentang Pesangon Berkurang

Nilai pesangon dari 32 kali upah jadi 25 kali upah di mana 19 bulan dibayar pengusaha dan 6 bulan dibayar BPJS Ketenagakerjaan. Serikat buruh mempertanyakan apakah nantinya pemerintah bisa membayar pesangon itu.

3. Kompensasi baru diberikan minimal 1 tahun

Karena kontrak kerja tidak ada batasan waktu, maka buruh pun bisa tidak dapat kompensasi kerja.

4. Hak upah cuti yang hilang

Hak cuti melahirkan dan haid tidak dihilangkan, namun selama cuti tersebut buruh tidak dibayar. No work, no pay.

5. Pekerja yang di-PHK karena memasuki usia pensiun tidak mendapat pesangon.

6. Pekerja yang meninggal dunia, maka ahli warisnya pun tidak lagi mendapat uang pesangon.

7. Pekerja yang di-PHK akibat sakit berkepanjangan atau mengalami cacat akibat kecelakaan kerja tidak lagi dapat pesangon.

By the way ada dampak positifnya nggak sih?

Ada sih, di antaranya adalah mempercepat perizinan usaha yang berdampak pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Udah gitu segala perizinan akan melalui satu pintu, nggak ribet lagi dengan birokrasi. Selain itu juga permohonan Sertifikasi Halal yang diajukan oleh Pelaku Usaha Mikro dan Kecil nggak dikenakan biaya. 

I see.. Jadi UU ini benar-benar final dan nggak bisa dibatalin?

Sebenarnya UU ini juga masih nunggu tanda tangan Presiden Jokowi untuk pengesahan. Kalau ada aksi masyarakat yang ramai menolak, bisa aja Presiden nggak tanda tangan. Tapi kemungkinan itu kecil karena sejak awal justru Jokowi yang mau ada Omnibus Law ini.

Cara menggugatnya adalah melalui judicial review di Mahkamah Konstitusi.

 

 

Ini Juga Perlu Dibaca!

3 Tempat Rawan Penularan Covid-19

Foto: Unsplash

Ternyata ini 3 kondisi tempat yang berpotensi sebarkan virus corona menurut Satgas Covid-19: tempat yang ramai dan nggak memungkinkan untuk jaga jarak, tempat sempit di mana banyak orang berbicara dalam jarak dekat dan tempat tertutup dengan sirkulasi udara buruk.

Benda yang Berpotensi jadi Media Penularan Covid-19

Foto: Unsplash
Foto: Unsplash

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini ngingetin untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh tisu, pegangan pintu, smartphone atau tablet, laptop, mouse, pulpen dan tombol lift karena benda-benda tersebut berpotensi jadi media penularan Covid-19.

Bisa Cari Lagu Lewat Lirik di Spotify

Foto: Unsplash
Foto: Unsplash

Spotify baru aja ngembangin fitur pencarian lagu dengan penggalan lirik. Pengguna cukup ketik penggalan lirik di kolom search dan nantinya hasil pencarian akan menampilkan daftar lagu dengan label ‘Lyrics Match’. 

Instagram Shopping Hadir di Indonesia

Foto: Unsplash
Foto: Unsplash

Fitur Instagram Shopping udah hadir secara bertahap untuk pengguna di Indonesia. Kini pengguna bisa langsung belanja di dalam aplikasi Instagram. Nantinya pengguna bisa ngelihat katalog produk dari suatu toko online dengan cara klik ikon tas yang ada di profile toko online tersebut.

 

#LAGIRAME

Aksi Menolak UU Cipta Kerja

Akun Instagram @narasinewsroom nge-share beberapa potret aksi penolakan UU Cipta Kerja.

 

Di edisi kali ini, What's Up TODAY? mau ngadain giveaway merchandise dari LINE untuk 3 orang yang beruntung. Caranya gampang banget:

  • Pastiin kamu udah add official account LINE What’s Up TODAY? dengan cara klik link ini
  • Tulis comment kamu terkait kabar yang kita kasih pada edisi Newsletter kali ini di kolom komentar.
  • Tiga comment pilihan terbaik berhak mendapatkan merchandise dari LINE
  • Pemenang akan diumumkan di Newsletter edisi 9 Oktober 2020 
  • Pemenang akan dihubungi oleh official account What’s Up TODAY? untuk mengisi data diri pemenang. Jadi sekali lagi, pastiin kamu udah add official account What’s Up TODAY? ya. Good luck!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel