Viral Curhat Wanita Mengaku Positif Covid-19 dan Pilih Berobat ke Kiai

 

Ilustrasi Pengobatan Alternatif/Unsplash.com
Ilustrasi Pengobatan Alternatif/Unsplash.com

Akun Twitter @ninanenen mengunggah ulang video dari wanita dengan akun Tiktok @auliashafira07 yang mengaku pasien positif Covid-19. Video ini tengah menjadi sorotan warganet lantaran wanita tersebut memilih pengobatan Covid-19 ke seorang pemuka agama. Videonya sudah ditonton sebanyak 700 ribu kali. 

Dalam video terlihat seorang wanita berkerudung hendak berobat ke seorang kiai karena ia dan suaminya positif terpapar Covid-19. Ini bukan pertama kalinya ia mengunjungi kiai tersebut. Sepanjang perjalanan, ia membaca bacaan agar kondisinya segera membaik. 

Kemudian terlihat kerumunan orang yang sedang duduk menunggu antrian sesampainya di tempat si kiai. Kerumunan di sana diduga merupakan sesama penderita Covid-19. Antrian di sana memakan waktu cukup lama lantaran kiai menangani penderita dengan kursi roda terlebih dahulu, selanjutnya wanita dan yang terakhir rombongan pria. 

Saat pengobatan, kiai tersebut tidak menggunakan masker ataupun sarung tangan. Hal ini lantaran kiai tidak percaya akan adanya Covid-19. Kiai ini mengungkap jika memang Covid-19 itu ada, seharusnya ia juga sudah positif terpapar virus setelah menangani ribuan orang. 

Di video selanjutnya, wanita ini menjelaskan mengapa ia memilih mengobati diri ke kiai. Mulanya ia mengaku tidak bisa mencium apa-apa dan dianjurkan untuk tes ke Puskesmas. Setelah teruji positif Covid-19, ia meminta agar dirinya dirujuk ke wisma namun tidak mendapat tanggapan. Hingga akhirnya ia disarankan oleh ibunya yang merupakan anggota majelis untuk berobat ke kiai daripada menunggu Puskesmas yang tidak kunjung ada kabarnya. 

Ia mengungkap bahwa ini bukanlah pengobatan alternatif melainkan pengobatan yang berkaitan dengan keagamaan yang tak ia ingat secara detail sebutannya. Pengobatan ini juga tidak dikenakan biaya. "Dia ikhlas banget, guys, sumpah," tambahnya. Video ini mendapat berbagai respons dari warganet. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel