Buron 10 Tahun, Terpidana Korupsi Ditangkap di Tenda Pengungsian Gempa Mamuju

 


                Buron Kasus Korupsi Ditangkap di Tenda Pengungsian. ©2021 Merdeka.com
Buronan korupsi ini ditangkap tim Kejari Mamuju saat asyik berkumpul dengan keluarga di tenda pengungsian.

Seorang buronan terpidana kasus korupsi Korupsi pada Kejari Pare-Pare atas nama Mubassir, ditangkap di salah satu tenda pengungsian gempa Mamuju, Perumahan Mutiara Gading Jalan H. Hapati Hasan, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (28/1) sekitar pukul 16.00 WITA. Buronan korupsi ini ditangkap tim Kejari Mamuju saat asyik berkumpul dengan keluarga di tenda pengungsian.

"Iya kami tangkap di tenda pengungsian, sang buron mungkin dia bersembunyi berbaur dengan keluarganya selama di tenda pengungsian gempa," kata salah Satu anggota Kejari Mamuju, Arif kepada merdeka.com.

Sementara itu, Kasi Penkum Kajati Sulbar, Amiruddin mengatakan, penangkapan buronan korupsi dilakukan tim tangkap buron (Tabur) yakni Kejati Sulsel, Kejari Pare-Pare, Kejati Sulbar dan Kejari Mamuju. Terpidana korupsi itu langsung dibawa ke Pare-Pare.

"Untuk dilakukan kembali proses administrasi," kata Amiruddin.

Dia melanjutkan, Mubassir merupakan terpidana tindak pidana Korupsi Proyek Pengadaan Partisi dan Penataan Ruangan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Pare-Pare Tahun tahun Anggaran 2007, dengan kerugian keuangan negara sebesar Rp 200.138.390.10.

Mubasir, terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 1617 K/Pid.Sus/2011 tanggal 19 Maret 2012, dengan menyatakan terpidana Mubassir, S.Sos dihukum pidana penjara selama selama 1 tahun dan denda sebesar Rp 50.000.000 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana selama 2 bulan.

"Menghukum pula terpidana untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 30.753.122,67, apabila tidak mampu membayar uang pengganti tersebut maka terpidana menjalani pidana penjara selama 3 bulan."

Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel