Identitas Pria di Malaysia Bakar Bendera Merah Putih Pakai Bensin Diburu Polisi, Viral di Medsos



 Aksi seorang pria bakar bendera merah putih viral di TikTok.

Polisi hingga kini masih memburu identitas sosok pria pembakar bendera merah putih tersebut.

Diketahui, pria tersebut adalah seorang warga negara Indonesia (WNI).

Namun, ia tinggal di Malaysia.

Sebuah video TikTok yang memperlihatkan seorang pria sedang membakar bendera merah putih, viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 30 detik tersebut, terlihat seorang pemuda memegang botol berisi bahan bakar minyak.

Ia berdiri di dekat bendera merah putih yang dikibarkan di sebuah tiang kecil.

Api terlihat muncul dari bagian bawah bendera merah putih tersebut.

Pria itu lalu menyiramkan bahan bakar ke bendera.

Api pun membesar dan membakar habis bendera tersebut.

Video inipun sempat viral di TikTok.

Hingga salah satu akun Instagram turut mengunggahnya kembali seperti @peristiwa_sekitar_kita.


Menanggapi video yang viral tersebut, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan, video tersebut masih diselidiki Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Aceh.

"Tim masih menelusuri identitas pelaku dan waktu video dibuat atau tempat video tersebut dibuat," kata Winardy melalui pesan WhatsApp yang diterima Kompas.com (grup TribunJatim.com), Sabtu (30/01/2021).

Winardy menambahkan, tim penyelidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Aceh telah mendapat informasi awal terkait video itu.

Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan, pelaku yang melakukan pembakaran itu diduga merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Namun demikian, domisilinya saat ini berada di negara tetangga atau Malaysia.

"Tim masih bekerja keras untuk membuat terang kasus tersebut, informasi dari penyelidik pelaku orang Aceh yang tinggal di Malaysia," kata Winardy.

Sebelumnya, juga pernah viral di media sosial aksi seorang wanita bakar bendera merah putih.

Seorang pemilik akun Facebook berinisial MA (33) ditangkap polisi seusai aksinya membakar bendera merah putih viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, penangkapan pelaku tersebut setelah video pembakaran bendera merah putih viral di media sosial.

Dia mengatakan, pihaknya kemudian mencari identitas pemilik akun Facebook tersebut.

Tak butuh waktu lama, ternyata pelaku merupakan seorang wanita yang tinggal di wilayah Lampung Utara.

"Ternyata di situ ada identitas daripada pemilik akun medsos itu beralamat di wilayah Lampung Utara."

"Jadi perintah kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto, setiap anggota Polri, tuh, harus pro aktif, partnership, dan problem solving."

"Jadi proaktif itu harus cepat menjemput bola apa sih kejadian yang ada di lapangan," kata Pandra dalam keterangannya, Senin (3/8/2020).

Setelah mendapatkan identitas dan lokasi pelaku, pihaknya menggelar penangkapan terhadap seorang wanita berinisial MA pada Minggu (2/8/2020) malam.

"Kemudian setelah didapat disana kemudian juga didapat juga barang bukti yang ada salah satunya adalah identitas atau tanda pengenal KTP, SIM dan lain-lain," jelasnya.

Kepada kepolisian, MA mengakui perbuatannya terkait pembakaran bendera.

Menurut Pandra, pelaku melakukan aksi tersebut juga dengan sengaja.

"Dia melakukan pembakaran ini dengan sengaja karena menurut keyakinan dia ini bendera ini tidak sesuai bahasanya."

"Ya artinya dia mendapat suatu informasi itu, sih, secara teknis, sih, tapi secara umumnya kan ditanya apa sih alasannya?"

"Bahasanya dia itu PBB itu tidak mengakui negara Indonesia yang diakui adalah kerajaan Mataram," ungkapnya.

Dia menyampaikan, pelaku kerap memberikan keterangan yang tidak jelas dan berubah-ubah.

Diduga, kasus tersebut selayaknya kasus Sunda Empire yang sempat viral di Indonesia.

"Mungkin kayak kejadian sebelumnya ya. Ada Sunda Empire dan sebagainya. Kita enggak tahu ya."

"Kita enggak boleh berasumsi dulu, kenapa, sih, dia melakukan pembakaran itu."

"Menurut keyakinan dia bahwa Indonesia bagian dari negara Mataram," pungkasnya.

Kini, wanita pembakar bendera merah putih, MA dikabarkan meninggal dunia.

MA yang merupakan warga Kotabumi, Lampung Utara, meninggal dunia di Rumah Sakit Maria Regina pada Sabtu (22/8/2020), sekitar pukul 13.15 WIB.

Sebelum meninggal dunia, MA divonis sebagai penderita gangguan kejiwaan.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, meninggalnya MA bukan karena penyakit psikis, melainkan karena penyakit fisik.

"Yang bersangkutan meninggal dunia dikarenakan sakit yang dialaminya, yaitu gula darah atau diabetes."

"Jadi bukan karena penyakit psikis," kata Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat dihubungi, Minggu (23/8/2020).

MA sendiri telah dinyatakan sebagai orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) setelah diobservasi tim dokter RSJ Kurungan Nyawa, Pesawaran.

Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, dari hasil observasi diketahui bahwa MA mengidap halusinasi, sehingga dia membakar Bendera Merah Putih lalu mengunggahnya ke media sosial.

SUMBER

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel