Kentut di Depan Pasangan Bikin Hubungan Jadi Harmonis



Mempertahankan keromantisan hubungan memang butuh usaha tidak gampang. Melakukan berbagai upaya romantis bersama pasangan mungkin masih terasa ringan pada masa pendekatan maupun awal hubungan. Namun hal itu akan meningkat kesulitannya saat usia hubungan semakin bertambah.

Melansir dari Mic, salah satu cara menjaga keharmonisan hubungan adalah dengan kentut di hadapan pasangan. Kentut kerap dianggap sebagai kegiatan yang terkesan jorok, namun jika disadari sebagai sesuatu yang manusiawi, kentut malah bisa menjadi tanda anda dan pasangan telah menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain.
Mic melakukan survei daring kepada 125 orang di usia 20 hingga 30 tahun menggunakan Google Form di tahun 2016. Hasilnya menunjukan, kebanyakan orang butuh waktu hubungan dua hingga enam bulan untuk bisa merasa nyaman kentut di hadapan pasangan mereka.
Hanya 9,3 persen responden yang mengaku butuh waktu setahun untuk bisa merasa nyaman kentut di hadapan pasangan mereka. Namun 10 persen dari responden menyatakan mereka akan kentut tanpa ragu di hadapan mereka secara langsung, saat mereka merasa butuh untuk mengeluarkan gas tersebut.
Sayangnya 7 persen dari responden mengaku mereka tidak pernah dan tidak akan pernah kentut di hadapan pasangan mereka. Responden dalam kategori ini merasa butuh menjaga image mereka di hadapan pasangan. Namun tak sedikit yang mengatakan bakal berani untuk kentut jika pasangan mereka terlebih dahulu melakukan hal yang sama.
Kentut di Depan Pasangan Bikin Hubungan Jadi Harmonis (1)
Menerima pasangan seutuhnya dan menyadari bahwa mereka memiliki sisi manusiawi bisa meningkatkan keharmonisan. (foto: Unsplash)
Menurut survei Mic, pasangan yang hidup bersama dengan bahagia biasanya setuju bahwa momen-momen yang terkesan jorok malah bisa meningkatkan keintiman. Pasangan dalam kategori ini malah menganggap kentut sebagai salah satu bagian dari lelucon yang bisa ditertawakan bersama.
Jessica Gentile, menulis di Cosmopolitan bahwa hubungannya dengan pasangan kian menguat setelah dirinya membuat toilet mereka tersumbat setelah buang kotoran. Hal ini terjadi karena pasangan Jessica merespons kejadian tersebut sebagai hal yang lucu.
"Menyadari fungsi alamiah dari seorang manusia adalah bagian penting dari hidup. Saat orang lain merasa itu menjijikan, aku melihat hal itu sebagai bagian dari penerimaan penuh kasih atas sisi nyata-namun kurang menarik dari diri saya, dan itu adalah bagian dari kehidupan." ujar Jessica
Robert Huizenga, seorang terapis klinis dengan pengalaman 30 tahun sangat mendukung keterbukaan dalam hubungan. Menurutnya, dibutuhkan diskusi mengenai peran dan harapan kita terhadap pasangan. Robert mengatakan tidak perlu bebani diri dengan tuntutan untuk terus bersikap formal dan senonoh.
Kunci dari menerima kenyataan bahwa pasangan bisa kentut di hadapan kita adalah menyadari bahwa hubungan yang bertahan lama tidak dibangun dengan 'kebohongan' maupun kesopanan semata. Menyadari bahwa pasangan layak merasa nyaman dan melakukan hal manusiawi bisa jadi cara menerima kentut sebagai cara meningkatkan keharmonisan.
(rin)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel