Viral Kasus Kekerasan Anak Adopsi, Warganet dan Seleb Korea Gaungkan Tagar #SorryJungin

 

Kasus Kekerasan Anak Adopsi (twitter.com/apriseuldiyana)
Kasus Kekerasan Anak Adopsi (twitter.com/apriseuldiyana)

Pagi ini, kata kunci #정인아_미안해 yang berarti "Jung In, aku minta maaf" trending di sosial media. Tagar ini sudah dicuitkan sebanyak 1,05 juta kali oleh pengguna Twitter. Tagar tersebut mulanya dicuitkan warganet dan selebritas Korea Selatan untuk menunjukkan kegeraman mereka terhadap kasus kekerasan yang dialami oleh seorang anak adopsi bernama Jung In. 

Jika tagar ini ditelusuri di Instagram, maka akan muncul berbagai postingan foto bertuliskan "I am sorry, Jung In" berikut ajakan untuk menandatangani petisi Blue House. Kronologi di balik tagar ini dibuat utas oleh netter dengan akun @apriseuldiyana. Ia mencuitkan mengenai kasus Jung In setelah aktor Lee Se Jin mengunggah narasi yang disertai tagar di Instastorynya. 

Jung In diadopsi oleh orang tua angkatnya yang bermarga Jang dan Ahn. Keluarga Jung In sempat tampil di sebuah acara realita berjudul “어느 평범한 가족 (An Ordinary Family - Keluarga Biasa)” dan memberikan pandangan keluarga bahagia yang mengadopsi anak. Di salah satu wawancaranya, Ahn selaku ayahnya mengungkap jika ia ingin menunjukkan pada dunia bahwa tak hanya selebritas, masyarakat pun bisa memilih untuk mengadopsi anak. "Adopsi bukanlah hal yang memalukan, melainkan sesuatu yang perlu dirayakan," tambahnya. 

Hingga akhirnya pihak kepolisian Seoul Yangcheon menangkap orang tua angkat Jung In pada 13 Oktober 2020. Polisi sudah mencurigai keduanya setelah terjadinya tiga kasus kekerasan anak. Namun, mereka baru ditangkap setelah Jung In meninggal. 

Polisi mengungkap bahwa ibu angkat Jung In, Jang, merekam 800 video saat Jung In disiksa secara mental dan fisik. Hasil autopsi juga menunjukkan Jung In meninggal akibat luka dari luar di abdomen. Tetapi Jang berkilah dan mengaku kematian Jung In adalah karena ia menjatuhkan putri angkatnya tersebut. 

Pada Sabtu (2/1), berbagai fakta mengenai kasus ini naik ke permukaan melalui acara investigasi "Unanswered Questions". Salah satunya adalah kemungkinan jika Jung In sudah disiksa sejak 10 bulan sebelum kematiannya. Hasil autopsinya turut dijabarkan, bahwa luka pada abdomen yang secara spesifik adalah pankreas yang robek merupakan penyebab utama kematian Jung In. 

Program tersebut juga bereksperimen terhadap berbagai kemungkinan yang menyebabkan kematian Jung In. Dari berbagai eksperimen dapat disimpulkan Jung In tidak hanya jatuh dari genggaman ibunya. 

Setelah episode ini tayang, masyarakat Korea Selatan membuat petisi di situs resmi Blue House. Petisi bertujuan agar kasus Jung In dapat ditangani lebih serius dan mencegah kasus serupa lainnya. Petisi ini ditandatangani lebih dari 200 ribu orang dalam waktu singkat. Kasus ini ramai ditanggapi oleh warganet. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel