Penjualan Chip Marak, DPRK Minta Pemerintah Aceh Surati Kemenkominfo untuk Blokir Game Higgs Domino



Komisi D DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) meminta Pemerintah Aceh untuk menyurati Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) guna memblokir aplikasi Game Higgs Domino Island.

“Saya rasa (meminta Kemenkominfo) memblokir aplikasi Higgs Domino Island jauh lebih efektif ketimbang menangkap para penjual chip,” ujar Ketua Komisi D DPRK Abdya, Ihsan Jufri merespons penangkapan para penjual chip domino di beberapa kabupaten, Kamis (18/3/2021).

Karena, kata Ihsan, pembelian chip itu bukan saja bisa dilakukan dengan bertatap muka, seperti yang dilakukan penangkapan oleh Satreskrim beberapa waktu lalu, namun bisa juga melalui transfer ATM dan berbagai motif lainnya.

“Agar penegak hukum tidak capek-capek menghabiskan waktu dan anggaran melakukan razia di cafe atau di warung-warung, apalagi ada yang ditangkap gara-gara bermain game domino, maka Pemerintah Aceh harus mengambil alternatif, yaitu aplikasinya harus ditutup dan diblokir,” tegas politisi muda tersebut.

Menurutnya, jika pun solusi itu tidak tercapai, namun penegak hukum jangan tebang pilih dalam penegakan hukum terkaid game scater tersebut. 

Karena, lanjutnya, game itu bukan hanya saja marak pada anak muda yang nongkrong di cafe, tapi bahkan di perkantoran juga banyak yang bermain scater saat mengisi masa kekosongan kerja.

“Kalau seperti ini, kan tidak mungkin pihak kepolisian atau WH keliling di dalam kantor melalukan razia game ini,” tanya politisi PAN tersebut.

Ia memaparkan, langkah pemblokiran itu sebagai wujud keseriusan pemerintah dan penegak hukum dalam mencegah kecanduan game pada anak-anak dan generasi muda.

“Kalau hanya untuk pencitraan, mending yang ditangkap beberapa waktu lalu, segera dihentikan kasusnya,” tukas dia.

Selanjutnya >> Disini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel