Ternyata Bantuan Nenek Maemunah Dialihkan ke Rekening Lain

 

Ternyata Bantuan Nenek Maemunah Dialihkan ke Rekening Lain

MATARAM-Teka-teki raibnya saldo rekening bantuan Nenek Maemunah, 88 tahun, akhirnya terbongkar. “Setelah kami telusuri ke BRI selaku penyalur bantuan PKH, ternyata saldo lansia tersebut bukan tidak ditransfer pemerintah. Melainkan saldonya sudah dialihkan ke rekening lain,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Hj Baiq Asnayati.

Dia sudah memproses oknum kader yang melakukan pengalihan pencairan dana bantuan lansia melalui Program Keluarga Harapan (PKH) tersebut. Pihaknya akan  menyelesaikan masalah ini sampai tuntas agar kasus serupa tidak terulang lagi. “Kartu PKH lansia harus dikembalikan lagi kepada pemiliknya, sesuai dengan identitas yang tertera,” tandas Asna.

Mestinya, lanjut dia, kader posyandu fokus menangani masalah kesehatan. Sebab, Dinsos sendiri sudah memiliki pendamping PKH untuk membantu warga penerima manfaat.

Ditanya soal kemungkinan ada kerja sama antara kader dengan pendamping PKH, Asna membantah. Dia menuturkan, tidak ada kerja sama pendamping PKH dan itu sudah diklarifikasi. “Kami sudah memanggil pendamping PKH, mereka tidak terlibat,” tutur perempuan berjilbab ini.

Dia tidak bisa memberikan sanksi kepada kader tersebut. Karena urusan kader menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram. Yang jelas, tegas Asna, pihaknya sudah bekerja maksimal menyalurkan bantuan sosial dari Kemensos. “Kita sudah bekerja maksimal,” ucap dia.

Untuk diketahui, besaran bantuan PKH yang diberikan pemerintah berbeda-beda sesuai kategori. Rinciannya, untuk ibu hamil menerima bantuan sebesar Rp 3 juta per tahun, anak usia dini tingkat SD mendapat bantuan Rp 900 ribu, SMP Rp 1,5 juta, sedangkan SMA mendapat Rp 2 juta. Sementara penyandang disabilitas mendapat Rp 2,4 juta, penderita TBC Rp 3 juta, dan lanjut usia mendapat bantuan Rp 2,4 juta. “Semua bantuan ditransfer per tiga bulan,” ujar dia.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati meminta Dinsos Kota Mataram mencari oknum yang tega mengalihkan uang PKH kepada lansia tersebut ke rekening lain. “Kok bisa tega seperti ini,” kata Nyayu terheran-heran.

Siapa pun orangnya kata Nyayu, harus bertanggung jawab. Bantuan ansia harus dikembalikan. “Kalau tidak akan berurusan dengan pihak kepolisian,” ancam dia.

Dengan kasus ini paling tidak akan memberikan efek jera kepada orang yang tidak bertanggung jawab. Karena tidak menutup kemungkinan kasus ini bukan hanya terjadi di Ampenan, melainkan juga terjadi wilayah lain. (jay/ton/r3)

SUMBER

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel