Video Viral soal Disayang Saat Pacaran, Disiksa Setelah Menikah, Ini Pentingnya Konseling Pranikah

 

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi menikah.

KOMPAS.com - Sebuah video disertai dengan narasi perbedaan perlakuan dari seorang kekasih saat pacaran dan sesudah menikah baru-baru ini viral di media sosial.

Dinarasikan, ketika pacaran mendapatkan perlakuan yang istimewa, seperti disayang dan diprioritaskan setiap saat.

Begitu setelah menjalin hubungan rumah tangga, keadaan berbalik 360 derajat karena justru mendapatkan kekerasan batin dan fisik.

Adapun video berdurasi 15 detik tersebut diunggah oleh akun Twitter @tubirfess, Senin (22/3/2021).

"Masih ada aja yang nyepelein konseling pranikah, yang kenal lama selama pacaran aja berpotensi abuser smh 2beer!," tulis @tubirfess.

Hingga Kamis (25/3/2021) malam, video tersebut telah dilihat lebih dari 139.000 kali oleh sesama warganet.

Lantas, seberapa penting pasangan mendapatkan konseling sebelum menikah?

Penjelasan psikolog

Terkait hal tersebut, Psikolog klinis dari Personal Growth Emanuel Radityo mengingatkan pentingnya konseling sebelum menikah.

Konseling sebelum menikah, kata pria yang akrab disapa Didit ini, menjadi penting karena sebagai bentuk persiapan mental keduanya ketika akan hidup bersama.

Konseling tersebut berguna untuk memastikan kesiapan kedua belah pihak dilihat dari berbagai aspek.

"Aspek kematangan sosial-emosi, tujuan dari pernikahan, planning dan sudut pandang masing-masing mengenai pernikahan, sampai pada kesiapan kebutuhan dasar, misalnya fisik, ekonomi, dan lainnya," kata Didit kepada Kompas.com, Kamis (25/3/2021).

Menurut Didit, pembicaraan mengenai hal tersebut perlu dipastikan apakah sudah pernah dilakukan oleh pasangan.

Perbedaan saat pacaran dan sesudah menikah

Ada perbedaan ketika hidup bersama sebagai pacar dan setelah menikah.

Kehidupan setelah menikah, ada sejumlah hal yang perlu disepakati, misalnya ingin membentuk rumah tangga seperti apa.

"Ketika berbeda perspektif, risiko timbul konflik akan lebih tinggi," terang Didit.

Dikatakan Didit, ada beberapa hal yang menyebabkan salah satu pasangan melakukan perilaku yang berbeda ketika saat pacaran dan setelah menikah.

"Bisa jadi karena memang masih ada perilaku-perilaku yang belum ditunjukkan dan muncul ketika hidup dalam satu atap," ucap Didit.

Selain itu, bisa juga karena masalah emosional akibat sulit menyesuaikan diri dengan pola hidup baru sebagai pasangan suami istri.

"Atau bisa juga terjadi karena adanya masalah baru yang timbul di dalam hubungan rumah tangga tersebut," pungkas dia.

Penulis: Dandy Bayu BramastaEditor: Sari Hardiyanto

Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel