Wanita Bercadar Pelihara Anjing, Ini Tanggapan MUI-Muhammadiyah

 

KBRN, Jakarta: Viral di media sosial kisah Hesti Sutrisno, seorang pecinta hewan peliharaan anjing di Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang menampung 70 anjing di shelter yang disebut greenhouse, namun mendapat penolakan dari sekelompok orang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hasanuddin AF secara pribadi mengatakan, ajaran Islam tidak melarang seseorang untuk merawat anjing liar dengan tujuan agar hewan tersebut tetap hidup dan sehat.

"Anjing itu kan makhluk Allah juga kan, memelihara makhluk Tuhan, memelihara anjing, berbuat baik kepada mahluk Allah itu perbuatan baik saya kira. Nggak ada larangan [dalam ajaran Islam]," terang Hasanuddin seperti yang dikutip CNN, Senin (15/3/2021).

Menurut Hasanuddin, tindakan manusia merawat dan memelihara anjing liar merupakan salah satu contoh perbuatan baik terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Menurutnya, anjing yang selama ini dicap sebagai hewan yang haram dan najis merupakan persoalan lain. Hal tersebut tidak ada kaitannya dengan kepedulian dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Senada dengan MUI, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad menilai, tidak ada persoalan secara etika jika seseorang merawat dan menyayangi anjing-anjing liar. 

Menurutnya, perbuatan tersebut merupakan akhlak yang baik karena menyayangi mahkluk ciptaan Tuhan. 

"Kalau dari segi hukum Islam saya tidak tahu, tapi jika dari segi etika, bagus seseorang menyayangi binatang termasuk anjing karena makhluk Tuhan, dan itu termasuk akhlak yang baik," kata Dadang.

Dadang lantas menyinggung terdapat sebuah hadis dalam ajaran Islam yang memuat seseorang mendapatkan pahala dari Allah SWT karena memberikan minuman kepada anjing.

Ia pun membandingkan dengan kasus Hesti, yang selama ini merawat anjing-anjing liar agar sehat dan tetap hidup.

"Apalagi ini dipelihara baik-baik. Tetapi harus dijaga jangan sampai mengganggu tetangga," kata dia.

Dadang berpesan pihak-pihak yang keberatan Hesti memelihara anjing agar tidak melakukan persekusi atau sampai mengusirnya.

Sebelumnya, Hesti, perempuan berhijab dengan cadar itu mengungkapkan, sekelompok orang yang keberatan tersebut mengaku sebagai warga setempat.

Mereka meminta Hesti untuk segera mengosongkan shelter yang dia sebut sebagai "greenhouse" tersebut.

"Saya di greenhouse ini ada 70 anjing, dan mereka yang meminta mengosongkan itu bukan warga setempat. Malah warga setempat marah melihat saya diintimidasi," kata Hesti.

Perempuan usia 41 tahun ini, merasa dirinya tidak menyalahi aturan, karena niatnya mendirikan shelter anjing untuk mengurusi kawanan anjing liar yang dijumapi di jalanan.

SUMBER

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel